Atiganews.com, Nabire, Papua Tengah – Suasana malam yang seharusnya menjadi momen bersantai berubah menjadi pengalaman mengecewakan bagi salah satu pengunjung Cafe Star Inisial (IR) yang berlokasi di Jalan Trikora, Nabire. Kejadian ini terjadi pada Minggu dini hari, 20 Juli 2025.
Pengunjung tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah melunasi tagihan sebesar Rp5.355.000 melalui transfer ke rekening Bank Mandiri pada 2 Juli 2025. Bukti transfer telah disimpan sebagai pegangan. Namun, secara mengejutkan, dua pekan kemudian ia didatangi oleh seorang wanita yang bekerja di tempat itu dan mengaku gajinya dipotong karena pembayaran disebut belum dilakukan.
“Saya sudah bayar lunas, tapi masih dimintai uang lagi. Bahkan saya dituduh belum menulis nota, padahal itu urusan internal mereka,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tekanan psikologis yang tidak pantas diterima oleh pengunjung. Permintaan tambahan uang dengan alasan pemotongan gaji dinilainya sebagai indikasi praktik tidak transparan dalam pengelolaan tempat hiburan tersebut.
“Kalau sistem internal mereka bermasalah, kenapa pengunjung yang harus menanggung risikonya?” tambahnya.
Ia mendesak manajemen Cafe Star untuk segera memberikan klarifikasi terbuka serta membenahi sistem pencatatan dan penagihan agar lebih profesional dan adil. Menurutnya, kenyamanan dan kepercayaan pengunjung harus menjadi prioritas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Cafe Star belum memberikan tanggapan resmi atas insiden tersebut.