banner 728x250

Gabriel Wakerkwa Serap Aspirasi Masyarakat Puncak dalam Reses Tahap II Tahun Anggaran 2025

banner 120x600
banner 468x60

Atiganews.com, Puncak – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Gabriel Wakerkwa, melaksanakan Reses Tahap II Tahun Anggaran 2025 di daerah pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Distrik Ilaga, Geme, Mundidok, dan Amokia pada 6–12 Agustus 2025.

banner 325x300

Kegiatan reses ini menjadi momen penting bagi wakil rakyat untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Gabriel menegaskan bahwa setiap masukan, keluhan, dan harapan warga akan menjadi bahan pembahasan serius di tingkat DPR Provinsi Papua Tengah demi mewujudkan pembangunan yang merata dan tepat sasaran.

“Reses adalah waktu yang sangat berharga untuk mendengar suara rakyat secara langsung di lapangan. Aspirasi yang kami terima akan diperjuangkan sesuai kebutuhan prioritas masyarakat. Saya tidak ingin hanya mencatat, tetapi memastikan setiap aspirasi ini masuk dalam agenda pembahasan dan diupayakan realisasinya,” ungkap Gabriel.

Selain berdialog dan meninjau kondisi infrastruktur serta layanan publik, Gabriel juga memberikan perhatian khusus kepada para pengungsi yang tersebar di 8 titik tenda. Setiap titik menerima bantuan sembako berupa beras, gula, telur, hingga tenda pengungsian untuk menunjang kebutuhan mendesak mereka.

“Bantuan ini memang tidak menghapus seluruh beban, tapi setidaknya dapat membantu kebutuhan harian dan memberikan rasa aman sementara. Kami hadir bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Dalam reses ini, Gabriel menerima beberapa aspirasi penting dari masyarakat, di antaranya:

1. Pemulihan hunian – Warga meminta agar rumah-rumah tradisional (honai) yang terdampak kebakaran dapat dibantu untuk dibangun kembali.

2. Pemulihan pendidikan – Anak-anak mengalami trauma dan kekurangan guru karena sebagian tenaga pengajar belum kembali ke tempat tugas.

3. Peningkatan layanan kesehatan – Kondisi kesehatan warga menurun dan memerlukan perhatian serta fasilitas yang memadai.

Sebagai Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Puncak, Gabriel juga menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pemulihan mental dan sosial, termasuk pelestarian budaya.

“Puncak bukan hanya soal jalan dan jembatan. Kita juga harus memulihkan semangat, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan. Kalau ini berjalan seimbang, Puncak akan bangkit lebih kuat,” tambahnya.

Reses ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan DPR, memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, dan mendorong pembangunan yang inklusif di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Puncak.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *